Anda Di sini >
Senin, 22 Januari 2018
Lulusan S1 Disuruh ke Desa-desa
Ditulis oleh Andri   
Senin, 18 Agustus 2014 07:41

Kemenpora memberi peluang bagi lulusan sarjana (S1)yang belum mendapat pekerjaan untuk berwirausaha ke desa-desa. Program ini dinamakan Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP3).

Menurut Staf Ahli Menpora Bidang Kepemudaan, Amung Makmun, pihaknya sudah menggelar program PSP3 untuk yang ke-24 kali.

Pada tahun ini, Kemenpora menyeleksi 40 peserta dari 23 provinsi di Indonesia. Hasilnya, 33 orang dinyatakan lolos administrasi. Setelah dites lagi, 17 peserta yang benar-benar berhasil dan sudah menjalani program selama delapan bulan.

Mereka berasal dari 16 provinsi, antara lain Riau, Jambi, Jateng, Jatim, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara.

"Kemenpora memberi tempat belajar untuk anak-anak muda setelah S1. Dengan bekal akademik dan ilmu yang masih segar dari kampus, mereka diterjunkan untuk menggerakkan, mendampingi dan membuat masyarakat setempat jadi mandiri," kata Amung Makmun didampingi Asisten Deputi Kepeloporan Kemenpora, Bandingan Daulay di Gedung Kemenpora, Jakarta.

Selain menggerakkan masyarakat di desa-desa, lanjut Amung, peserta PSP3 diharapkan juga belajar budaya di lokasi tersebut. Apalagi, Kemenpora tak menempatkan peserta sesuai daerah asal, namun disilang ke provinsi lain.

"Ada pertukaran lintas provinsi. Misal, peserta yang asalnya dari Sulawesi, ditempatkan ke Maluku dan dari Riau menuju Jambi. Kami berharap mereka bisa mempelajari kultur di desa setempat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Amung menyatakan bahwa syarat untuk mengikuti program PSP3 Kemenpora tak harus dari bidang tertentu. Selain itu, pihaknya tak membatasi harus lulusan perguruan tinggi dan jurusan tertentu.

"Tak ada perbedaan dari kampus mana berasal dan semua jurusan bisa diterima. Yang penting punya kemauan untuk terjun ke desa-desa," terangnya.

Para peserta yang dikirim ke desa, ujar Amung, tak dilepas begitu saja. Setiba di lokasi yang dituju, mereka akan berkoordinasi dengan Dispora, kemudian diperkenalkan dengan kepala desa dan tokoh setempat.

Selain itu, peserta juga diberi bekal uang saku per bulan senilai Rp 4 juta. Setiap enam bulan sekali, mereka juga mendapat bantuan lagi sebesar Rp 5 juta.

"Tugas yang dilakukan membuat usaha dan menggerakkan masyarakat di desa itu. Contoh saja, peserta dari Sulawesi Tenggara yang ditugaskan ke Maluku Utara, sukses menggarap lahan satu hektare dengan tanaman tomat dan cabe keriting. Dia bahkan bisa ambil untung jutaan rupiah dari hasil panen. Usahanya juga jadi panutan warga setempat. Program seperti ini yang diharapkan bisa berlanjut selamanya," ujar dia.

 

       WWW.SWARAJAKARTA.COM  -  Semua Tentang Jakarta   |  Portal yang mengulas berbagai informasi seputar Jakarta
      
Alamat Redaksi :  Puri Gading H14 No. 15, Jatimelati, Bekasi, Jakarta Timur.   Kontak Iklan :  02198504185

       Related Sites :   Warung Olahraga  |   Facebook Page  |  Twitter  |    Copyright 2010 @ swarajakarta.com. All Rights Reserved