Anda Di sini >
Minggu, 22 Juli 2018
Hukum tak Jelas, Investor Bisa Kabur
Ditulis oleh Choki   
Minggu, 26 Maret 2017 08:40

Ketua Real Estate Indonesia (REI) menegaskan secara teknis, reklamasi di mana pun dilakukan. "Kalau di Malaysia dan Singapura sudah bisa. Bahkan di Indonesia, di Ternate. Memang masih reklamasinya cuma 200 meter. Itu dilakukan karena di sana kekurangan daerah datar. Dataran sedikit, langsung gunung," kata Soelaiman.

Soelaiman menjelaskan, reklamasi harus memenuhi syarat perizinan dan peraturan yang benar. Khusus di Jakarta, ia tidak mengetahui secara persis. "Saya berkomentar dari kulit-kulitnya saja. Tapi, seyogyanya kalau sudah ada action di lapangan harusnya sudah memenuhi aturan," kata Soelaiman.

Menurut dia, secara prinsip, yang namanya reklamasi tidak masalah jika dilakukan dengan benar. "Reklamasi tidak terhindarkan. Kita harus menghadapi kenyataan bahwa jumlah penduduk di Indonesia terus bertambah. Itu fakta yang tidak bisa dihindari," kata Soelaiman ketika dihubungi kemarin.

Dihubungi terpisah, Poltak Hotradero, pengamat ekonomi, membahas dampak tak ada kepastian hukum dalam kasus reklamasi teluk Jakarta. Investor bisa kabur. "Ya jelas merugikan, karena tidak kepastian. Kalau ribet begini, ngapain investasi di Jakarta dan Indonesia?" tukas Poltak.

Ditanya soal putusan hakim PTUN yangmembatalkan reklamasi tiga pulau, Poltak mengatakan, PTUN adalah tata usaha negara. Ada bebarapa pihak yang terlalu jauh menyatakan bahwa reklamasi bisa dibatalkan.

"Karena urusannya kan tata negara yang tak ada kaitannya dengan regulasi perundangan yang lebih tinggi. Ada kok. Ada Perpres. Makanya iklimnya jadi tidak sehat karena ada yang seperti-seperti ini. Pulau G pun di PTUN amdalnya kurang, kan sudah diperbaiki. Katanya harus menyusun amdal baru. Sekarang lagi sosialilasi. Sudah disoasilisasikan pun masih diributin lagi. Jadi begitu terus bolak-balik. Kita sebenarnya mau bagaimana?" tuturnya.

Poltak menambahkan, ada investor yang telah mengeluarkan uang, terus digugat. "Lantas boleh dong investor minta ganti rugi? Ya boleh dong. Karena enggak ada kepastian hukum," kata Poltak.

Penolakan terjadi, lanjut dia, karena banyak orang yang tidak mengerti. "Ditambah lagi dengan menanggapi mentah-mentah fitnah yang bermunculan. Fitnah yang menyatakan akan ada 25 juta warga China yang akan datang ke Jakarta. Itu kan bullshit," ujar Poltak.

Poltak juga mengkritik pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta pasangan nomor 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. "Mereka enggak punya keputusan yang jelas juga. Mereka menolak reklamasi, kemudian ikut mensosialisasikannya. Masak pemimpin model cara berpikirnya seperti itu? Prinsipnya, asal bisa menang saja. Harus dilihat dengan jernih, sejarah reklamasi ini cukup panjang, dari tahun 1995 sudah ada putusan dan undang-undang yang mengikat," kata Poltak.


 

Olahraga

Spesial Specs untuk Simic

Spesial Specs untuk Simic

Marko Simic kembali menjadi pembicaraan hangat. Kali ini bukan lantaran gol-gol indahnya, melainkan karena Specs, produsen sepatu lokal kenamaan, seca...

More:

Swara Seleb

Ki Kusumo Laporkan Wartawan ke Polda Metro Jaya

Ki Kusumo Laporkan Wartawan ke Polda Metro Jaya

Tidak terima namanya dikait-kaitan dengan perbuatan kriminal, paranormal yang juga produser film Ki Kusomo menadatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Ter...

More:

Swara Warga

Pengaduan Register NPWP-pun Bersambut

  Pengaduan Register NPWP-pun Bersambut

Sepekan lalu saya mendapat paket dari Pos yang isinya ternyata sebuah kartu berisikan Nama dan NPWP saya yang aktif. Saya menantikan paket ini karen...


 Darurat
  112  
 Ambulan
 118
 
 Polisi
 110 
 Pemadam Kebakaran
 113
 
 SAR / Search and Rescue
 115
 
 Posko Kewaspadaan Nasional
 122
 
 Informasi PLN 123
 

No Telepon Lengkap...

       WWW.SWARAJAKARTA.COM  -  Semua Tentang Jakarta   |  Portal yang mengulas berbagai informasi seputar Jakarta
      
Alamat Redaksi :  Puri Gading H14 No. 15, Jatimelati, Bekasi, Jakarta Timur.   Kontak Iklan :  02198504185

       Related Sites :   Warung Olahraga  |   Facebook Page  |  Twitter  |    Copyright 2010 @ swarajakarta.com. All Rights Reserved