Anda Di sini >
Jumat, 22 Juni 2018
Sosok
Pantang Mundur
Ditulis oleh Tojay   
Jumat, 27 Mei 2011 09:53

Saat ini, Agum Gumelar menjadi salah satu orang yang sangat populer di Indonesia, di samping Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pejabat negara lainnya. Nama Agum mencuat karena perannya sebagai Ketua Komite MNormalisasi (KN). KN merupakan bentukan FIFA guna mengakhiri karut marut yang terjadi di tubuh PSSI.

Sayang, Kongres PSSI yang digelar di Hotel Sultan Jakarta 20 Mei lalu tak berjalan mulus. Agum terpaksa menutup kongres seharga Rp2 miliar di tengah jalan lantaran suasana sudah tak kondusif. Kelompok 78 yang tak lain adalah pendukung George Toisutta dan Arifin Panigoro tak menerima keputusan itu dan menuding Agum sebagai kambing hitam gagalnya kongres. Kelompok 78 pun meminta agar Agum mundur.

Agum tak peduli dan bertekad untuk menyelesaikan tugasnya. Gagalnya kongres tak membuat mantan Ketua KONI dan PSSI mundur. Sebaliknya, dia terbang ke Zurich, Swiss, guna menemui Presiden FIFA Joseph Blatter. "Saya akan minta agar kita tak kena sanksi," kata Agum. Agum ke Swiss ditemani anggota KN, Joko Driyono.

Agum merasa penting melobi FIFA karena tahun ini ada dua agenda penting, SEA Games dan lolosnya Persipura Jayapura ke babak 8 besar AFC Cup. "Jika FIFA mengizinkan kita menggelar kongres lanjutan, saya meminta pemerintah untuk turun tangan. Pemerintah harus menjelaskan kepada semua pihak agar mematuhi FIFA," kata Agum.

FIFA akan membahas masa depan sepak bola Indonesia 30 Mei lewat rapat anggota eksekutif.
    
"Mari sama-sama berdoa agar kita tak kena sanksi," pungkasnya.

 
Damai Indonesia
Ditulis oleh Sapuji   
Sabtu, 19 Februari 2011 08:40
Ir H Isran Noor.  Bupati Kutai Timur ini tak hanya ramah dan berwawasan luas, tapi juga peduli dengan persoalan yang tengah marak saat ini. Salah satu yang dia sorot terkait kekerasan yang dilakukan sejumlah organisasi massa (ormas) anarkis.

Prilaku dan tindakan ormas sangat membahayakan persatuan dan kesatuan Indonesia yang sudah dibangun dan pelihara sejak lama. Maka dari itulah, Isran Noor sangat mendukung pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang meminta agar ormas anarkis sebaiknya dibubarkan saja.

Menurut Isran Noor, presiden tak asal ucap tapi sudah mempertimbangkan matang-matang kenapa ormas anarkis harus segera dibubarkan. "Karena mereka sudah meresahkan masyarakat," kata politisi muda Partai Demokrat kelahiran Sangkulirang, 20 September 1957.

Isran Noor tak menampik, ormas punya peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai negara yang menjunjung tinggi demokrasi, Indonesia menjunjung tinggi hak setiap warga negara untuk berorganisasi. "Hanya saja semua harus punya aturan main," tukas bupati yang sangat dicintai warganya ini.

Secara eksplisit, presiden belum menyebutkan ormas anarkis mana yang dibubarkan. Akan tetapi, banyak yang menyimpulkan bahwa ormas yang dimaksud adalah Front Pembela Islam (FPI). Soalnya, sejauh ini, FPI langsung bereaksi.

Munarman, salah satu petinggi FPI mengatakan, jika presiden benar-benar membubarkan ormas yang selama ini kerap dituding sebagai aktor di belakang penyerangan dan pelaku tindak kekerasan di sejumlah tempat maka FPI akan mencabut dukungan kepada presiden. FPI akan menjadikan Indonesia laiknya Tunisia. Presiden Ben Ali terjungkal dari tampuk kekuasaan, menyusul aksi demo besar-besaran yang memaksanya lengser ke prabon.

"Saya kira itu hanya emosional. Jadi FPI tidak benar-benar akan melakukan makar," tandas suami Noerbaiti serta ayah tiga anak, Rahman Isran (Rais), Rahmawati Isran (Rahmi), dan Annisa Isran (Anis).

Lebih jauh Isran Noor mengatakan, perbedaan adalah sesuatu yang jamak. Bila ada suatu kelompok tak sependapat dengan kelompok lain, tak perlu diakhiri dengan kekerasan. Isran Noor mencontohkan Ahmadiyah, komunitas yang saat ini jadi buah bibir di seantero Tanah Air.

“Tolak baik-baik saja dengan aksi damai. Ahmadiyah itu  harus diperbaiki  karena ini masalah akidah. Jadi jangan pakai kekarasan. Hukum harus tetap ditegakan dan dijadikan sebagai panglima," katanya.

Alumni Universitas DR Soetomo Surabaya yang aktif di senjumlah organisasi mengajak semua pihak untuk tetap menjaga dan melestarikan kerukunan hidup beragama. Indonesia harus tetap damai agar pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan seluruh warga Indonesia bisa terwujud. "Tak perlu lagilah ada konflik yang menjurus kepada SARA (suku, agama, ras, dll)," pungkasnya.

Biodata

Nama   : H Isran Noor, M.Si
Lahir  : Sangkulirang, 20 September 1957

Isteri : Noerbaiti

Anak   : M Rahman Isran (Rais)
            S Rahmawati Isran (Rahmi)
            S Annisa Isran (Anis)

Pendidikan :

2003 - S2 Universitas Dr Soetomo Surabaya.
1981 - S1 Universitas Mulawarman, Samarinda.
1976 - SMA I Samarinda
1972 - SMP JPS Sangkulirang
1970 - SDN I Sangkulirang
 
Dari Teroris ke Bonek
Ditulis oleh Sapuji   
Jumat, 28 Januari 2011 10:52
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar mengangkat mantan Kapolri Jendaral Bambang Hendarso  Danuri  sebagai  komisaris utama (Komut) PT Kereta Api Indonesia  (PTKAI). BHD menggantikan Budhi Muliawan yang selama ini menjadi pejabat sementara.

"Dia diangkat atas pertimbangan profesional," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar kepadsa wartawan di Jakarta,Kamis (27/1). Mustafa yakin BHD bisa merubah PT KAI menjadi perusahan publik yang lebih baik.

Saat ini BHD menghadapi permasalahan yang cukup signifikan di PT KAI  mulai dari seringnya terjadi kecelekaan, sampai kenyamanan penumpang yang terganggu seperti copet dan keributan lempar batu karena ulah suporter kesebelasan bonek. PT KAI mengaku sering merugi dalam pengoperasian KA .

"Masalah perkeretaapian sangat banyak, termasuk kenakalan dan iseng para penumpang," Jelas Abubakar. Diharapkan, BHD bisa menangani semua ini karena dirinya mantan kapolri yang  tentunya memiliki staregi peningkatan  keamanan.

Pengangkatan BHD sebagai Komisaris Utama PT KAI dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Negara BUMN Nomor: KEP-13/MBU/2011 tertanggal 25 Januari 2011.

Selama menjabat kapolri, BHD sukses membongkar jaringan teroris di Indonesia. Beberapa di antaranya ditembak mati. Posisi BHD diisi oleh Jenderal Trimur Pradopo, mantan Kapolda Metro Jaya.
 
Amanah dan Tawakal
Ditulis oleh Sapuji   
Sabtu, 15 Januari 2011 08:57
Bagi Kepala Divisi Humas (Kadivhumas) Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Drs Anton Bachrul Alam tugas adalah bagian dari amanah yang harus dijalankan dengan penuh ke ikhlasan dan bertanggung jawab karena semuanya akan dipertanggung jawabankan di hadapan Allah. “Pekerjaan adalah amanah,” katanya saat berbincang-bincang dengan Swarajakarta di Jakarta baru-baru ini.

Selain itu, kata Anton, manusia harus tunduk kepada Allah dengan menjalankan perintah  dan menjauhi larangannya sebagai bentuk ketaqwaan kepada Sang Pencipta. “Meski ngantuk untuk bangun dari tidur, kita harus shalat sebagai bentuk ketaatan menjalankan perintahNya," jelas Anton.

Ayah tiga orang anak ini selalu menghormati orang lain dan berperilaku sopan karena semuanya adalah betuk ciptaan Allah dengan selalu memberikan petuah yang baik. “Kita harus berperilaku sopan kepada semuanya karena kita adalah ciptaanya,” ujarnya.

Anton mencontohkan, tugas mulai yang diemban oleh Polri adalah mulia karena menegakan hak dan menghancurkan yang batil dengan menegakkan hukum dan membela yang lemah. “Tugas Polri itu mulia loh. Makanya setiap anggota Polri harus bertugas dengan baik karena dia menghancurkan yag batil,” terangnya.

Dimata  wartawan yang biasa meliput di lingkungan Polri, Anton bukanlah orang baru. Sebelum bertugas di Mabes Polri, jenderal bintang dua pada tahun 2004 pernah menjabat kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya. Ia juga pernah menjabat Wakadivhumas Polri.
 
MulaiSebelumnya123SelanjutnyaAkhir

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Olahraga

Spesial Specs untuk Simic

Spesial Specs untuk Simic

Marko Simic kembali menjadi pembicaraan hangat. Kali ini bukan lantaran gol-gol indahnya, melainkan karena Specs, produsen sepatu lokal kenamaan, seca...

More:

Swara Seleb

Ki Kusumo Laporkan Wartawan ke Polda Metro Jaya

Ki Kusumo Laporkan Wartawan ke Polda Metro Jaya

Tidak terima namanya dikait-kaitan dengan perbuatan kriminal, paranormal yang juga produser film Ki Kusomo menadatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Ter...

More:

Swara Warga

Pengaduan Register NPWP-pun Bersambut

  Pengaduan Register NPWP-pun Bersambut

Sepekan lalu saya mendapat paket dari Pos yang isinya ternyata sebuah kartu berisikan Nama dan NPWP saya yang aktif. Saya menantikan paket ini karen...


 Darurat
  112  
 Ambulan
 118
 
 Polisi
 110 
 Pemadam Kebakaran
 113
 
 SAR / Search and Rescue
 115
 
 Posko Kewaspadaan Nasional
 122
 
 Informasi PLN 123
 

No Telepon Lengkap...

       WWW.SWARAJAKARTA.COM  -  Semua Tentang Jakarta   |  Portal yang mengulas berbagai informasi seputar Jakarta
      
Alamat Redaksi :  Puri Gading H14 No. 15, Jatimelati, Bekasi, Jakarta Timur.   Kontak Iklan :  02198504185

       Related Sites :   Warung Olahraga  |   Facebook Page  |  Twitter  |    Copyright 2010 @ swarajakarta.com. All Rights Reserved